<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2174584472033051782</id><updated>2012-02-17T08:03:22.942+07:00</updated><title type='text'>WAHYU ZULFIANSYAH</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>wahyuzulfiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03097951911115783854</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_xQy6tSxAtSQ/SeAdN_tdfHI/AAAAAAAAAAc/d4-xxDPyPCQ/S220/CIMG3945.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2174584472033051782.post-2478396467459323591</id><published>2009-02-24T15:09:00.000+07:00</published><updated>2009-02-24T15:11:12.422+07:00</updated><title type='text'>“KU TITIPKAN HATIKU DI SEPEDA ONTEL”</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="IT"&gt;Terik matahari, tak membuatku putus asa untuk selalu pergi ke kampus dengan mengayuh sepeda ontel tuaku. Walau banyak orang yang mengejek dan menertawakan ketika mereka melihatku mengayuhnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="IT"&gt;Aku sayang sekali dengan sepeda ontel tuaku ini. Dia selalu setia menemaniku kemanapun aku pergi dan dia juga bisa menghiburku ketika aku sedang sedih. Dengan bunyi belnya yang khas “kriing…kriing…kring…” disambut juga dengan nanyian pedal butut yang melantunkan suara merdu “ngikkk…ngikkk..ngikkk…” ditambah dengan suara ban yang berkolaborasi dengan slebor menimbulkan irama berdecit “ciiitttt…ciiittt…ciiitt…” menambah semarak setiap perjalananku. Dia meluncur perlahan di jalanan yang ramai dan beradu dengan ganasnya kendaraan-kendaraan yang memakai mesin sehingga berlari-lari dengan kencangnya, sering aku menyebutnya dengan nama “&lt;i style=""&gt;monster jalanan&lt;/i&gt;”.. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="IT"&gt;Aku sangat bangga sekali ketika mengayuh sepeda ontel tuaku. Lebih-lebih dikarenakan membuat badan ini tetap sehat, pepatah juga bilang “&lt;i style=""&gt;sambil menyelam minum air.&lt;/i&gt;” Dengan mengayuh sepeda, aku bisa pergi ke kampus atau kemanapun sambil berolah raga. Hhmmmm… sangat jarang sekali, bahkan tidak pernah ada waktu bagi orang-orang untuk berolah raga. Padahal itu sangat penting bagi kesehatannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="IT"&gt;Aku juga bangga kepada sepeda ontel tua milikku ini, karena dia selalu mengantarkanku dan tak pernah mengeluh kehausan. Berbeda sekali dengan saingan-saingannya yaitu monster-monster jalanan. Mereka melaju kencang dan sering mengeluh kehausan, sehingga majikannya harus merogoh kantong dalam-dalam untuk membeli minuman kesukaannya di SPBU. Wah, begitu manjanya monster-monster jalanan itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="IT"&gt;Sepeda ontel tuaku juga tak pernah menghisap rokok apalagi menghasilkan asap. Berbeda dengan monster jalanan yang sering menghisap rokok, ya secara otomatis mereka juga turut menyumbang untuk menambah parahnya pemanasan global. Aku punya slogan “&lt;i style=""&gt;bersihkan lingkunganmu, sebelum lingkungan membersihkanmu”&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="IT"&gt;Terkadang banyak hal yang dapat ku pelajari ketika aku mengayuh sepeda ontel tua. Banyak juga pengalaman yang aku rasakan, perasaan senang dan sedih yang turut mewarnai kebersamaanku dengannya. Walau hujan lebat yang menjadikan aku basah kuyup, walau teriknya sinar matahari yang membuatku merasa seperti terpanggang. Tapi itu semua tak pernah membuatku mengeluh dan putus asa untuk selalu mangayuh dan mengayuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;" lang="IT"&gt;Habis, mau gimana lagi??? Nasi udah jadi bubur, karena aku sangat sayang sama sepeda ontel tuaku. Jadi biarlah nasi udah jadi bubur, ga bisa di apa-apain lagi. Tapi aku akan menambahkan kaldu, kedelai goreng, kacang goreng, bawang goreng, seledri, daging ayam dan krupuk. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Maka jadilah bubur ayam spesial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;by..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 14.2pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;wahyuz&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2174584472033051782-2478396467459323591?l=wahyuzulfiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/feeds/2478396467459323591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2009/02/ku-titipkan-hatiku-di-sepeda-ontel.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/2478396467459323591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/2478396467459323591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2009/02/ku-titipkan-hatiku-di-sepeda-ontel.html' title='“KU TITIPKAN HATIKU DI SEPEDA ONTEL”'/><author><name>wahyuzulfiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03097951911115783854</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_xQy6tSxAtSQ/SeAdN_tdfHI/AAAAAAAAAAc/d4-xxDPyPCQ/S220/CIMG3945.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2174584472033051782.post-1392186358907903235</id><published>2009-01-28T16:21:00.000+07:00</published><updated>2009-01-28T16:22:21.169+07:00</updated><title type='text'>Teori Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bismillahirrohmanirrohim,&lt;br /&gt;Duhai Allah yang Maha Menatap, karuniakanlah kepada kami ilmu yang membuat kami dapat mengenal RasulMu, yang membuat kami tetap lurus berjalan di jalanMu. Wahai yangMaha Mendengar, lindungi pertemuan ini dari ilmu dan amal yang menyesatkan. Amin Ya Robbal'alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku Sekalian,&lt;br /&gt;Indonesia dengan hampir 200 juta umat Islam, kalau saja bisa memiliki pemimpin yang sangat tangguh akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikut. Kalau pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Para pengikut menduplikasi pemimpinnya. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pimpinan kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula umatnya. Kalau kita lihat kondisi bangsa kita sekarang jangan pesimis, kalau kita tidak bisa memimpin sekarang, mudah-mudahan generasi kita yang akan datang akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku Sekalian,&lt;br /&gt;Apakah pemimpin itu lahir begitu saja? Kalau singa, sudah dilahirkan menjadi raja hutan, tetapi manusia ada yang memiliki bakat menjadi pemimpin, belum tentu dapat memimpin dengan baik kalau tidak disertai dengan ilmu. Menurut analisa di Indonesia, ada jenis pemimpin ulama pesantrenan: dibesarkan di pesantren, ilmu agamanya luas, tapi kelemahannya kata para ahli adalah dalam bidang manajemen, sehingga sulit untuk mengurus sesuatu yang besar. Ada juga yang birokrat: aktif di islam, kemampuan organisasinya bagus tetapi pendalaman agamanya belum mantap. Ada tipe mubaligh yang seperti selebritis: dia ceramahnya bagus, diliput media massa, akhirnya jadi terkenal dimana-mana, dijadikan idola, tetapi kadang-kadang kurang mengakar dalam menggerakkan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kita impikan adalah yang seperti Rasul, dia mumpuni dalam keilmuannya, berkemampuan dalam manajemen, beliau juga punya kemampuan membangun opini di masyarakat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dasar "Setiap diantaramu adalah pemimpin", Setiap kepemimpinan akan ditanya oleh Allah. Semua pemimpin termasuk pemimpin rumah tangga tidak terkecuali. Berikut rumus sederhana untuk menjadi pemimpin yang dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin itu bukan yang mengerjakan segalanya sendiri, kalau ia melakukannya sendiri akan gagal ia memimpin. Kalau kita ingin untung sendiri akan sengsara akhirnya, karena kita sering merasa untung jika kita untung sendiri, padahal keuntungan sebenarnya bagi kita adalah jika kita menjadi jalan keuntungan bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah rahasia utama kepemimpinan? Jawabannya adalah : kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan dari kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Maka jika ingin menjadi pemimpin yang baik, jangan pikirkan orang lain, pikirkan diri sendiri dulu. Tidak akan bisa mengubah orang lain dengan efektif sebelum merubah diri sendiri. Bangunan ini bagus, kokoh, megah karena ada pondasinya. Maka sibuk memikirkan membangun umat, membangun masyarakat, merubah dunia akan menjadi omong kosong kalau tidak diawali dengan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu yang ingin anaknya ramah, lembut, pertanyaannya adalah sudah ramah dan lembutkah saya? Jangan menyuruh orang lain kalau belum menyuruh diri sendiri, jangan melarang orang lain sebelum melarang diri. Orang yang tidak cocok antara perbuatan dan perkataan akan runtuh wibawanya. Guru, ibu, bapak atau pemimpin akan runtuh wibawanya kalu tidak cocok. Siapapun kalau tidak serius menjadi contoh akan jatuh wibawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang yang mengajarkan ilmu di Daarut Tauhiid mengatakan bahwa visual itu mengambil bagian 50-60 persen, sedang vokal hanya beberapa persen sisanya adalah verbal. Kata-kata seperti ini kecil pengaruhnya, yang berpengaruh itu adalah visual kita. Contohnya nada bicara dalam berkata-kata. Tetapi jika tidak berkata-katapun akan jadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau kita berangan-angan ingin jadi pemimpin jangan memikirkan bawahan, pikirkan saja diri kita dulu. Merubah orang lain tanpa merubah diri sendiri adalah mimpi Mengendalikan orang lain tanpa mengendalikan diri adalah omong kosong. Misalnya ketika sedang rapat kita sombong, berapa banyak potensi yang tidak bisa keluar hanya karena pemimpinannya sombong. Rapat yang dipimpin dengan emosional akan banyak potensi solusi yang tidak dapat keluar karena pemimpinnya emosional. Makanya seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam menjadi contoh atau suri tauladan, modalnya harus yakin dengan kebenaran contoh tersebut; karena kalau kita tidak yakin atau ragu-ragu kita tidak dapat menjadi contoh. Hanya orang yang berpengetahuan luas yakin akan ilmunya yang berhasil menjadi contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah rumus 5 S (senyum, salam sapa, santun, sopan). Khusus untuk pelajaran senyum, ternyata jika kita makin tahu ilmu senyum makin nikmat senyum itu. Senyum itu bisa dilihat dari mata. Senyum yang asli, mata itu sedikit redup, karena kalau melotot tidak jadi senyumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata untuk senyum itu memerlukan 14 otot yang aktif, sedangkan untuk cemberut bisa sampai 32 otot. Akibatnya energi cemberut itu lebih banyak daripada energi senyum. Senyum itu bisa kalau dalam hatinya rindu membahagiakan orang lain. Kalau orang kita ajak senyum maka akan terbawa senyum. Orang yang marah dihadapi dengan senyum insya Allah akan reda. Semakin lengkap ilmu tentang senyum akan makin nikmat senyum kita. Maka orang-orang yang akan menjadi contoh yang baik adalah orang yang yakin akan kebenaran yang dicontohkannya itu. Orang yang kurang ilmu akan sulit menjadi contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang kedua adalah; orang itu dapat menjadi contoh kalau ia sudah mengamalkannya, kalau tidak mengamalkannya tidak akan ada ruhnya. Orang yang sibuk memberi contoh tetapi orang itu belum menikmatinya akan menjadi susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW menyuruh sedekah, ditandai dengan setiap orang yang meminta tidak akan ditolaknya. Sedangkan kita menyuruh bersedekah, dalam bersedekah harus berfikir-fikir terlebih dahulu. Nabi Muhammad SAW menyuruh untuk hidup bersahaja dengan rumahnya yang sederhana. Apa yang diucapkan sama dengan yang diperbuat. Dalilnya adalah; "Amat besar kemurkaan Allah apabila ada yang berkata-kata apa yang tidak diperbuatnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ketiga adalah; kalau ingin menyuruh/menjadi contoh itu harus sabar, karena sabar itu indah. Karena menyuruh orang lain itu tidak seperti membalikkan tangan. Pemimpin yang tidak punya kesabaran tidak akan dapat memimpin dengan baik. Makanya kalau punya anak harus sabar. Membalikkan hati anak, bukan tugas kita tetapi Allahlah yang melakukannya. Tugas kita adalah meberikan contoh. Kalau belum menurut sekarang, mungkin besok. Kalau pemimpin tidak punya kesabaran tidak akan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang keempat adalah; harus ikhlas, ciri orang yang ikhlas itu adalah jarang kecewa. Orang yang ikhlas itu dipuji/dicaci sama saja. Kalau kita bertambah semangat ketika dipuji, dan patah semangat karena dicaci, tidak melakukan karena tidak ada yang memuji itu namanya kurang ikhlas. Kita hanya melakukan saja, mau dipuji atau tidak silakan saja, Allah Maha Melihat. Makanya terus memberi contoh sambil terus berharap diterima Allah amalan kita. Dengan kombinasi keyakinan, yang kita contohkan menjadi bagian dari diri kita, kesabaran yang prima, dan keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati itu tidak bisa disentuh kecuali oleh hati juga. Kalau sudah diberi contoh dan tidak ada yang mengikuti, tidak apa-apa karena tidak akan habis pahalanya jika tidak ada yang mengikuti. Dalilnya: "Sekecil apapun perbuatan kembali kepada kita". Lakukan saja. Dan tidak boleh ujub, misalnya; ketika kita sukses dalam memberi contoh, jangan ujub, karena orang lain berubah belum tentu karena contoh kita. Ketika kita memberi contoh di rumah, tetangga mengikuti, orang lain mengikuti, kita tidak boleh ujub karena akan hilang pahalanya. Jangan pernah merasa berjasa. Jangan merasa sudah merubah orang lain, karena yang membolakbalikkan hati adalah hanya Allah. Kalau kita sudah beramal sebaiknya dilupakan saja. Piala sebesar apapun akan kecil artinya, yang paling berharga adalah keikhlasan. Apalah artinya jika kita medapat piala yang akan membuat kita jadi riya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatkan diri kita menjadi contoh mulai dari wajah yang senyum, jadikan contoh, sapa kepada siapapun, ucapan salam. Lakukan apa yang kita inginkan orang lain lakukan, baca Qur'an. Kalau ingin anak-anak kurang menonton TV kita harus mencontohkan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kekuatan pemimpin adalah suri tauladan. Sebagai contoh, mengapa P4 gagal diterapkan di Indonesia?   Sederhanya sekali jawabannya, yaitu tidak ada contohnya. Kita jadi bingung karena tidak ada yang paling paham tentang P4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW adalah suri tauladan. Ketika Rasul mengajak jihad, beliau langsung ada di barisan paling depan. Bahkan Imam Ali mengatakan kalau pertempuran sudah berkecamuk begitu dashyat maka kami berlindung di balik Rasul. Beliau itu bertempur paling depan, bersedekah seperti angin dan hidup bersahaja. Ketika Rasul menyuruh bertahajud, kakinya sampai bengkak. Ketika Rasul menyuruh shaum perutnya sampai diganjal dengan batu. Ketika Rasul menyuruh orang berakhlak mulia, beliaulah yang akhlaknya paling mulia. Apapun yang beliau katakana kepada umatnya, pasti beliau lakukan. Itulah sebabnya ribuan tahun sampai kini, ribuan kilometer jaraknya, masih tetap kuat pengaruhnya. Kepemimpinan itu adalah pengaruh. Siapa yang pengaruhnya paling kuat dialah yang kepemimpinannya paling kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin menyelamatkan orang lain harus terlebih dahulu menyelamatkan diri. Bagaimana mungkin menyelamatkan orang lain, kalu diri tidak selamat. Selamatkan diri kita agar punya kemampuan menyelamatkan orang lain. Kita tidak akan dapat menolong orang lain kalau kitanya rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia lainnya, pemimpin dalam Islam itu adalah pelayan umat. Jadi kalau diilustrasikan lewat piramida, piramidanya seperti piramida terbalik, dan pemimpin adalah yang di bawah. Maka siapapun yang menjadi pemimpin, dia harus mengeluarkan pengorbanan yang paling besar dibanding dengan orang yang dipimpinnya. Pemimpin harus berpikir keras, sekuat-kuatnya untuk memajukan orang yang dipimpinnya. Ini baru pemimpin sukses. Seorang guru yang baik adalah yang membuat murid-muridnya pintar, kalau tidak guru tersebut dianggap tidak bisa mengajar. Orang tua yang sukses adalah orang tua yang mengeksploitir dirinya supaya anaknya lebih baik dari dirinya. Ibu dan Bapak masing-masing memiliki pengalaman dan masa lalu kemudian menikah, ini akan lebih bagus tentunya. Bayangkan: dua potensi, kapasitas, ilmu dan&lt;br /&gt;masa lalu bersatu menjadi anak, seharusnya anak ini menjadi brilian tetapi kadang-kandang kita terlalu sibuk masalah kantor, masalah uang akibatnya anak jadi gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang sukses adalah yang selalu berpikir menjadi manfaat yang paling besar bagi orang lain. Hal yang pertama adalah bagaimana orang yang kita pimpin jadi ahli ibadah. Sebab kalau yang kita pimpin jauh dari Allah, siapa lagi yang akan menolong. Misal kita punya toko, kita harus berjuang agar karyawan yang ada jadi dekat dengan Allah, sebab kalau mereka dekat dengan Allah, Allah pasti akan menolong. Seorang suami harus berpikir sekuat-kuatnya agar istri dan anak dekat dengan Allah, sebab bisa saja kita tiba-tiba mati. Tetapi kalau dia dekat dengan Allah, Allahlah yang melindungi.  Perlindungan ini jauh dari jangkauan manusia. Seorang suami itu bukan pemberi rezeki, suami itu sama-sama adalah pemakan rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ini penting sekali untuk meningkatkan ibadah, sebab pemimpin bukan pemberi uang, pemimpin bukan penolong. Allahlah yang menolong. Kalau yang memimpin durhaka kita yang mengikuti akan ketiban pulungnya. Maka pemimpin yang baik harus berpikir keras bagaimana pengikutnya mendapat ilmu agama, atau dimotivasi untuk ibadah dan sinergi dengan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita memimpin toko dengan sepuluh orang karyawan. Semuanya ahli tahajud, shaum, baca Qur'an bayangkan apa yang akan diberikan Allah kepada mereka. Jika kita punya pabrik 1000 orang, bikinlah sistem yang membuat orang bisa shalat berjamaah, bisa shalat tahajud dengan tahajud call. Buat supaya dapat baca Qur'an satu hari satu juz, bisa diharapkan sebulan khatam Al-Qur'an. Selesai kerja keras sinergikan dengan doa di malam hari. Doa ini adalah fasilitas senjata yang jarang kita gunakan belakang ini. Pemimpin harus selalu memperhatikan kualitas ibadah yang dipimpinnya. Tanpa ibadah yang bagus akhlak tidak akan bagus pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang kedua adalah pemimpin baik yang akan sukses adalah yang berpikir keras bagaimana orang-orang yang dipimpinnya bisa menjadi khalifah di dunia ini, pandai, profesional dan kerjanya bagus. Dia korbankan dirinya supaya orang-orang disekelilingnya bertambah pintar. Kebahagiaan kita itu adalah ketika melihat orang lain sukses. Orang yang mengikuti kita jadi pintar karena Allah yang membuatnya pintar, bukan karena kita. Kita beruntung karena terpilih jadi jalannya yaitu belajar kepada kita, bisa saja Allah menggerakkannya belajar kepada orang lain, dan orang lain yang mendapatkan pahalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus sekuat tenaga membuat orang-orang di sekitar kita pintar, kalau bawahan selalu meminta nasihat dan saran kepada kita. Berarti kita tidak akan maju. Dan kita akan membuat mereka tergantung. Kita sebagai pemimpin harus punya banyak waktu untuk belajar, harus banyak waktu untuk mengup-grade, memperbaiki diri kita, maka berikan ilmu agar mereka maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan harus berhasil mencari masalah, dia berhasil merumuskan penyelesaian masalah, dan dia berhasil melakukan apa yang dia rumuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin selalu membuat orang-orang disekitarnya pintar, selalu menemukan masalah, bisa mencari solusinya. Kita jangan sok pintar mencari solusi sendiri. Jadi bukan pemimpin yang baik jika segalanya dikerjakan sendirian. Akan capai nantinya, pemimpin adalah yang dapat membuat orang bangkit rasa percaya dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang ketiga adalah; setiap orang yang kita pimpin dia harus punya kemampuan dakwah, pemimpin yang baik adalah dia harus berfikir bagaimana murid-murid bisa dakwah, anak, istri bisa dakwah. Suplailah ilmu, wawasan Dimanapun kamu berada harus menjadi figur contoh, dakwahkan islam dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan kita punya pabrik dengan 1000 karyawan jadinya akan ada 1000 mubaligh. Akibatnya karena kita jadi pemimpin, orang-orang jadi dekat dengan Allah, jadi profesional, orang-orang semuanya jadi agent of change yang menyebarkan perubahan kepada masyarakatnya, itulah pemimpin sejati, dan itulah yang dilakukan Rasul. Para sahabatnya semua jadi ahli ibadah yang tangguh, jadi pemimpin yang jagoan, profesional dan menyebar menjadi sarana kemuliaan dan martabat bagi umat, inilah pemimpin yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata presiden di suatu negara seperti ini menjadi suri tauladan, setiap patah katanya, perbuatannya, ibadahnya, profesionalismenya dan ia adalah orang yang benar-benar mengeksploitir dirinya agar rakyatnya menjadi ahli ibadah semuanya. Andaikata sebelum rapat kabinet harus dibacakan ayat-ayat Al-Quran, dan prasyarat jadi calon menteri adalah harus hafal minimal lima juz. Menteri-menteri yang dipilih adalah yang paling kuat ibadahnya, paling profesional dan figur dirinya menjadi suri tauladan. Kehidupannya harus zuhud. Impian ini dapat menjadi kenyataan dengan gampang saja jika Allah&lt;br /&gt;menghendaki. Mulainya adalah dari diri masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Targetnya cuma diri dan rumah terlebih dahulu. Apa artinya kantor sukses kalau rumah hancur. Biasanya jatuhnya pemimpin berawal dari rumahnya. Janganlah memikirkan negara yang besar, coba pikirkan negara mini kita dahulu yaitu tubuh kita ini. Kemudian baru mulai membenahi kerajaan rumah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonusnya adalah "Barangsiapa yang banyak bertobat, maka Allah akan menghilangkan segala kesedihan hati, melapangkan segala urusan dan Allah akan memberikan rezeki dari tempat yang tidak diduga-duga." Ini akan menjadi penambah semangat bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhamdulillahirrobil'alamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bundel by  UGLY --- Jan '02&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2174584472033051782-1392186358907903235?l=wahyuzulfiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/feeds/1392186358907903235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2009/01/teori-kepemimpinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/1392186358907903235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/1392186358907903235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2009/01/teori-kepemimpinan.html' title='Teori Kepemimpinan'/><author><name>wahyuzulfiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03097951911115783854</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_xQy6tSxAtSQ/SeAdN_tdfHI/AAAAAAAAAAc/d4-xxDPyPCQ/S220/CIMG3945.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2174584472033051782.post-2591140097143542410</id><published>2009-01-28T16:02:00.000+07:00</published><updated>2009-01-28T16:19:47.675+07:00</updated><title type='text'>Mengikis Sikap Otoriter</title><content type='html'>Salah satu yang berbahaya diantara penyakit hati yang kita miliki adalah sifat egois, sifat tidak mau kalah, sifat ingin menang sendiri, sifat ingin selalu merasa benar, atau sifat ingin selalu merasa bahwa memang dirinya tidak berpeluang untuk berbuat salah. Sifat seperti ini biasanya banyak menghinggapi orang-orang yang diamanahi kedudukan—seperti para pimpinan dalam skala apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat tadi ujung-ujungnya akan bermuara pada sikap otoriter, bahkan lebih jauh lagi menjadi seorang diktator (suatu sebutan yang diantaranya dinisbahkan pada pemimpin pemerintahan NAZI Jerman, Adolf Hitler atau pada pemerintahan fasis Italia zaman Benito Musolini, dan juga para pemimpin diktator dunia lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastilah pula kita tidak akan pernah nyaman mendengar kata-kata seperti itu dan kita juga tidak akan pernah suka melihat orang yang otoriter, yang segalanya sepertinya harus dalam genggamannya. Dan hasilnya kita tahu sendiri bahwa orang-orang yang memiliki cap otoriter, orang yang selalu ingin segalanya dalam kekuasaannya, semuanya tunduk dan patuh kepadanya, ujungnya adalah kejatuhan dan kehinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi namanya saja sudah menimbulkan kesan tidak enak untuk didengar kuping. Simaklah kata, "otoriter", "egois", atau "menang sendiri" sepertinya kita menangkap kesan yang kurang sreg dengan kata-kata ini. Apalagi jika melihat langsung orang yang memiliki sifat seperti itu, akan lebih tidak suka lagi. Tapi sayang, sepertinya kita jarang menyisihkan waktu untuk bertanya secara jujur pada diri sendiri, apakah sifat-sifat itu ada pada diri kita atau tidak? Apakah kita ini orang otoriter atau bukan? Maaf-maaf saja kepada para orang tua, guru, manager, pimpinan, direktur, komandan, bos, pokoknya orang-orang yang diamanahi kekuasaan oleh ALLOH, biasanya memiliki kecenderungan sifat seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang otoriter biasanya memiliki versi tersendiri dalam menilai suatu kejadian, versi yang sesuka dia tentunya. Hal ini karena dia selalu memandang lebih dirinya sehingga selalu melihat sesuatu itu kurangnya dan jeleknya saja. Akibatnya sebaik apapun yang dilakukan orang lain selalu saja dari mulutnya meluncur omelan, gerutuan, dan koreksian. Tepatlah baginya pepatah, ‘nila setitik rusak susu sebelanga’. Artinya, karena kesalahan sedikit, jeleklah seluruh kelakuannya. Bagi orang otoriter, biasanya tidak ada pilihan lain selain 100% harus sesuai keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kajian sebuah penelitian menyebutkan bahwa para korban NAPZA (Narkotika, Pshikotropika, dan Zat Aditif lainya) diantaranya adalah mereka yang tumbuh besar dari kalangan orang tua otoriter, keras, mau menang sendiri, tidak mau berkomunikasi, dan tidak ada dialog antar anggota keluarga sehingga si anak menjadi seorang yang bersikap apatis, acuh, bahkan akhirnya si anak melarikan rasa ketertekanannya ini ke NAPZA, naudzhubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula anak yang selalu bentrok dengan ibunya, karena si ibu begitu menuntut agar dia nurut 100% tanpa reserve. Kondisi ini dibarengi pula dengan penilaian kepada anak yang selalu negatif, akibat yang diungkapkan si ibu selalu sisi-sisi yang salah dari diri si anak. Munculah ungkapan, "Sedikit-sedikit salah-sedikit-sedikit salah!", bahkan saking kesalnya si anak ini berkata, "Kalau saya ini salah terus, lalu kapan benarnya saya sebagai manusia ini? Kenapa semua yang saya lakukan selalu disalahkan?!". Padahal kalau si anak belum mengerti seharusnya orang tua yang lebih dulu mengerti, kalau si anak belum bisa paham seharusnya orang tua yang duluan paham. Tapi karena orang tuanya tidak mengerti dan kurang ilmu, akhirnya tanpa disadari si ibu telah menggiring dan menjerumuskan anaknya ke dunia NAPZA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata beginilah, gaya mendidik yang otoriter, yang kaku, dan kurang komunikatif akan menghasilkan anak-anak dalam kondisi tertekan, tidak aman, hingga ujungnya ia lari dari kenyataan yang dihadapinya. Begitupun di kantor-kantor atau perusahaan-perusahaan yang memiliki pimpinan bertife otoriter, pastilah dia akan membuat karyawannya tertekan. Hal ini dapat diamati saat pimpinannya datang ke ruang kerja karyawannya, semua karyawan menjadi tegang, gugup, dan panik. Ini terjadi karena kalau pimpinan datang, maka yang dilihat hanya kesalahan-kesalahan karyawannya saja. Mengapa begini? Mengapa begitu? Ini salah! Itu Salah! Jarang memuji, jarang menghargai, jarang menyapa dengan baik, bahkan wajahnya menyeramkan dan angker karena sangat jarang senyum. Pada akhirnya karyawan disiplinnya menjadi disiplin takut atau disiplin semu, padahal sebenarnya karyawan merasa tertekan, sakit hati, dan bahkan benci ke si pimpinan yang otoriter ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara ciri perusahaan dengan kondisi seperti ini adalah ditandai dengan perputaran keluar-masuk karyawan yang sangat tinggi. Semua karyawan dari yang level tertinggi sampai yang level terendah maunya keluar saja. Kalaupun ada yang bertahan, bukan karena senang bekerja di sana, kebanyakan yang bertahan memang karena butuh saja. Butuh uangnya, bukan butuh suasananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, hati-hatilah bagi para pemimpin yang otoriter, dan bersiap-siaplah menjadi orang yang tidak disukai karena saking banyaknya orang yang merasa teraniaya. Orang otoriter itu marahnya saja biasanya dilakukan di sembarang tempat, asal dia ketemu dengan yang dimarahinya, marahnya akan meledak-ledak. Padahal kemarahan seperti itu justru akan mempermalukan si pemarah itu sendiri karena orang yang melihatnya akan mengeluarkan penilaian yang negatif kepada dia. Misal, "Kok marahnya gitu-gitu amat, padahal dia haji, padahal dia pejabat". Orang-orang yang marah biasanya omongannya juga jelek sekali, kata-katanya kasar dan menyeramkan. Jadi ketika si pemarah itu marah, yang dimarahi bukannya malah nurut atau bukannya malah simpati, yang terjadi justru orang itu akan mengeluarkan penilaiannya sendiri. Walaupun nampak seperti nunduk atau manggut-manggut, tapi hati tidak pernah bisa dibohongi, tidak pernah bisa dibeli dengan kemarahan. Yang ada justru orang itu akan menjadi sakit hati, dongkol dan merendahkan orang yang marah walaupun mungkin pada saat itu ia tidak berani mengekspresikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati nih bagi para pimpinan yang suka marah-marah, terutama orang-orang yang tidak biasa jadi bawahan, kadang-kadang ia agak otoriter. Dalam keluarga militer memang kecenderungan sifat otoriter muncul di keluarga itu akan jauh lebih kuat, karena memang jalur komando ala militer kadangkala diberlakukan oleh pimpinan di keluarga itu dengan konsep militer. Celakanya di kantor dididik dalam gaya hidup ala militer, sayangnya di rumah mendidik dengan gaya yang sama, mendidik dengan gaya ala militer, padahal kondisi kantor dan kondisi rumah berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada sebuah keluarga dengan empat anak, ternyata tiga diantaranya mengalami depresi berat karena sang ayah terlalu kaku dalam memimpin rumah tangga yang pengelolaannya disamakan seperti di kantornya. Jangan heran bila ada orang yang sukses di kantor belum tentu sukses di rumah tangga. Ada yang "sukses" di kantor itu karena ia begitu tegasnya sebagai seorang komandan, tapi di rumahnya anak-anak itu beda, karena memang mereka bukanlah militer, mereka tidak dilatih kemiliteran dan terlebih lagi mereka tidak dikasih pangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diwaspadai pula bahwa biasanya pemimpin yang otoriter akan membuahkan pula bibit–bibit anak didik yang otoriter. Seperti guru yang otoriter, akan menghasilkan anak-anak didik yang otoriter pula, bahkan nakal. Guru yang otoriter di kelas, diantara sifat-sifatnya adalah maunya menang sendiri, kata-katanya tajam, dan suka mempermalukan. Kelakuan ini sebenarnya akan jadi bumerang bagi guru itu sendiri, seperti tidak disukai pelajarannya, tidak disenangi perangainya, dan tentu saja ini suatu hal yang kontra produktif. Apalagi perilaku-perilaku seperti ini sangat bertentangan dengan sikap-sikap yang dituntunkan Rasulullah SAW yang ternyata memiliki pribadi yang sangat indah, santun, dan berakhlak mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang bagus perangainya, berwajah ceria, serta mulia akhlaknya maka ia laksana mawar yang kuncup di musim semi, dia akan beroleh banyak teman yang membawa kedamaian dan ketentraman, semua pintu terbuka baginya. Sementara orang pemberang, mudah marah, egois, dan otoriter harus menggedor pintu untuk bisa sekedar berbincang dengan seorang kawan. Karenanya, yang terbaik adalah keramahan akhlak dan keceriaan. Rasulullah SAW sendiri adalah seorang yang senantiasa berwajah cerah ceria penuh sungging senyuman, insya ALLOH.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2174584472033051782-2591140097143542410?l=wahyuzulfiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/feeds/2591140097143542410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2009/01/mengikis-sikap-otoriter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/2591140097143542410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/2591140097143542410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2009/01/mengikis-sikap-otoriter.html' title='Mengikis Sikap Otoriter'/><author><name>wahyuzulfiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03097951911115783854</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_xQy6tSxAtSQ/SeAdN_tdfHI/AAAAAAAAAAc/d4-xxDPyPCQ/S220/CIMG3945.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2174584472033051782.post-5185393048509708274</id><published>2009-01-23T14:11:00.006+07:00</published><updated>2009-01-23T14:14:49.808+07:00</updated><title type='text'>konsepsi wujud</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Konsep (nash) tentang dzat dan sifat-sifat Tuhan menurut Hanafi yaitu tidak menunjukkan kepada ke-Maha-an dan kesucian Tuhan sebagaimana yang di tafsirkan oleh para teolog. Tuhan tidak butuh pensucian manusia, karena tanpa yang lain pun Tuhan tetap Tuhan Yang Maha Suci dengan segala sifat kesempurnaan-NYa. Dan sesungguhnya tentang deskripsi Tuhan yang tertera dalam Al-Qur’an maupun sunnah sebenarnya lebih mengarah kepada pembentukan manusia yang baik, manusia ideal, insane kamil.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sehingga deskripsi tentang dzat Tuhan sendiri memberi pelajaran kepada manusia tentang kesadaran akan dirinya sendiri (cogito), yang secara rasional dapat diketahui melalui perasaan diri. Penyebutan Tuhan akan dzatnya sendiri sama persis dengan kesadaran akan keberadaan-Nya. Sama halnya dengan cogito yang ada dalam manuisi berarti penunjukan akan keberadaannya. Itulah sebabnya Hanfi mendeskripsikan pertama tentang Tuhan yaitu wujud (keberadaan). Adapun deskripsi tentang sifat-sifat-Nya berarti ajaran tentang kesadaran akan lingkungan dan dunia, sebagai kesadaran yang lebih menggunakan desain, sebuah kesadaran akan berbagai persepsi dan ekspresi teori-teori lain. Singkatnya jika dzat mengacu pada cogito, maka sifat-sifat mengacu pada cogitotum. Keduanya merupakan pelajaran dan harapan Tuhan pada manusia, agar mereka sadar akan dirinya sendiri dan sadar akan lingkungannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Lebih jelasnya lagi tentang penafsiaran Hanafi mengenai sifat-sifat Tuhan yang enam; &lt;i style=""&gt;wujud, qidam, baqa’, mukhalafah li al hawadist, qiyam binafsih dan wahdaniyah, &lt;/i&gt;adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2174584472033051782-5185393048509708274?l=wahyuzulfiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/feeds/5185393048509708274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2009/01/konsepsi-wujud.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/5185393048509708274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/5185393048509708274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2009/01/konsepsi-wujud.html' title='konsepsi wujud'/><author><name>wahyuzulfiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03097951911115783854</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_xQy6tSxAtSQ/SeAdN_tdfHI/AAAAAAAAAAc/d4-xxDPyPCQ/S220/CIMG3945.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2174584472033051782.post-7963601277008511610</id><published>2009-01-16T15:20:00.000+07:00</published><updated>2009-01-16T15:23:01.614+07:00</updated><title type='text'>*SOHABAT*</title><content type='html'>Ku layari luka yang semakin luka dengan dahaga kemarau merindukan hujan.&lt;br /&gt;Ruhku yang terhadang rumbai menggigil sendiri.&lt;br /&gt;di persimpangan waktu ku raba dasar jantungku berharap pada taman semua wangi luruh dan tumpah.&lt;br /&gt;dan cakrawala bagai tak pernah merekamku lagi.&lt;br /&gt;Ku hitung bintang yang terus menggenapkan kepingan-kepingan gulita.&lt;br /&gt;memekatkan cermin yang tergantung di dinding duka.&lt;br /&gt;Dengan sisa suara terbata.&lt;br /&gt;ku menyapamu dengan diam-diam.&lt;br /&gt;maafkan aku yang tak bisa memberikan dan menjadi yang terbaik tukmu sahabatku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2174584472033051782-7963601277008511610?l=wahyuzulfiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/feeds/7963601277008511610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2009/01/sohabat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/7963601277008511610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/7963601277008511610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2009/01/sohabat.html' title='*SOHABAT*'/><author><name>wahyuzulfiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03097951911115783854</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_xQy6tSxAtSQ/SeAdN_tdfHI/AAAAAAAAAAc/d4-xxDPyPCQ/S220/CIMG3945.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2174584472033051782.post-1199980160934457006</id><published>2009-01-09T13:54:00.001+07:00</published><updated>2009-01-09T14:15:15.324+07:00</updated><title type='text'>KADO PAHIT UNTUK RAKYAT</title><content type='html'>DPR yang katanya wakil rakyat, penutupan akhir tahun 2008. menampakkan wajah aslinya dan menghianati rakyat. DPR memberi hadiah untuk rakyat di akhir tahun berupa kado pahit pertama UU Minerba dan kedua UU BHP. lebih pahitnya lagi, pengesahan undang-undang ini hanya berselang sehari.&lt;br /&gt;Ini dalah bukti penghianatan DPR juga Pemerintah kepada rakyat yang diwakilinya untuk kesekian kalinya. kedua UU ini berpotensi mencampakkan kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;UU Minerba yang menggantikan UU No.11 tahun 1967 Tentang pokok-pokok pertambangan. semakin menyempurnakan lepasnya peran pemerintah dari segala hal yang menyangkut pengelolaan sumberdaya alam milik rakyat dan menyerahkan kepada para kolektor dan pemilik modal asing.&lt;br /&gt;UU ini hakikatnya bertujuan untuk memberikan peluang seluas-luasnya kepada pihak swasta, terutama  pihak asing untuk mengeruk kekayaan alam negeri ini sebebas-bebasnya.karena pihak asinglah yang selama ini memiliki modal paling kuat, dan saat ini kekayaan tambang dalam negeri, 90 persennya sudah dikuasai asing.&lt;br /&gt;dan juga UU BHP semakin menyempurnakan lepasnya tanggung jawab Pemerintah dalam pengurusan pendidikan warga negaranya. UU ini melengkapi UU Sisdiknas yang juga sudah di sahkan sebelumnya.&lt;br /&gt;kedua UU ini pada hakikatnya melepaskan tanggung jawab pemerintah, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelenggaraan pendidikan warganegaranya sekaligus membebankan sebagian atau keseluruhan kepada masyarakat. padahal pendidikan jelas merupakan hak rakyat yang wajib dipenuhi pemerintah secara cuma-cuma.&lt;br /&gt;dan sekarang ibu pertiwi sedang menangis karena melihat rakyat yang sudah bodoh, bukannya di ajari agar jadi pinter malah semakin bodo. sehingga ini bertentangan dengan salah satu tujuan negara ini yaitu mencerdaskan anak bangsa dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya&lt;br /&gt;kepada rakyat untuk memperoleh pengajaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2174584472033051782-1199980160934457006?l=wahyuzulfiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/feeds/1199980160934457006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2009/01/kado-pahit-untuk-rakyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/1199980160934457006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/1199980160934457006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2009/01/kado-pahit-untuk-rakyat.html' title='KADO PAHIT UNTUK RAKYAT'/><author><name>wahyuzulfiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03097951911115783854</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_xQy6tSxAtSQ/SeAdN_tdfHI/AAAAAAAAAAc/d4-xxDPyPCQ/S220/CIMG3945.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2174584472033051782.post-4515224896406092719</id><published>2008-12-26T17:45:00.001+07:00</published><updated>2008-12-26T17:45:31.350+07:00</updated><title type='text'>belajar dari wajah</title><content type='html'>Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri : "Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?" karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang. Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah irtri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan lain sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapapun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallaah, pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah. Dan, tiap wajah ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram, subhanallaah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya... sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung qolbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari. Ada pula seorang ulama yang tubuhnya mungil, dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak. Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketenteraman batin yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang menenteramkan, maka caru tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa senyumannya yang tulus; pancaran wajahnya, nampak ingin sekali ia membahagiakan siapapun yang menatapnya. Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud meremehkan) ada pula yang wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Begitulah, wajah-wajah dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu; bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan yang tidak menyejukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah; raut seperti apakah yang ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallaah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapapun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi. Karena senyum di wajah, bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin tidak kita membahagiakan orang lain? Ingin tidak kita membuat di sekitar kita tercahayai? Nabi Muhammad SAW, memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW – bila ada orang yang menyapanya – menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, ketika Nabi SAW berbincang dengan siapapun, maka orang yang diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kemuramdurjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul ternyata diantara akibta kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang paling utama. Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud untuk meremehkan. Tapi, mengambil tauladan wajah yang baik, menghindari yang tidak baiknya, dan cari kuncinya kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah untuk mengutamakan orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit, walaupun hanya beberapa detik, subhanallaah.***&lt;br /&gt;by aa gym&lt;br /&gt;Bundel by  UGLY --- Jan '02&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2174584472033051782-4515224896406092719?l=wahyuzulfiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/feeds/4515224896406092719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2008/12/belajar-dari-wajah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/4515224896406092719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/4515224896406092719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2008/12/belajar-dari-wajah.html' title='belajar dari wajah'/><author><name>wahyuzulfiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03097951911115783854</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_xQy6tSxAtSQ/SeAdN_tdfHI/AAAAAAAAAAc/d4-xxDPyPCQ/S220/CIMG3945.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2174584472033051782.post-3326198613139498784</id><published>2008-12-26T17:22:00.001+07:00</published><updated>2008-12-26T17:22:48.880+07:00</updated><title type='text'>TIGA PERTANYAAN</title><content type='html'>Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri Sam kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, siapapun yang boleh menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Anda siapa? Dan apakah boleh anda menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?” Pemuda bertanya. “Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan saudara.” Jawab Guru Agama. “Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.” Jawab Guru Agama “Saya akan mencuba sejauh kemampuan saya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pemuda : “Saya punya 3 pertanyaan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan kewujudan Tuhan kepada saya&lt;br /&gt;2. Apakah yang dimaksudkan dengan takdir?&lt;br /&gt;3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api?, tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka memiliki unsur yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tiba-tiba Guru Agama tersebut menampar pipi si Pemuda dengan kuat. Sambil menahan kesakitan pemuda berkata “Kenapa anda marah kepada saya?” Jawab Guru Agama “Saya tidak marah… Tamparan itu adalah jawapan saya kepada 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Saya sungguh-sungguh tidak faham”, kata pemuda itu. Guru Agama bertanya “Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Tentu saja saya merasakan sakit”, jawab beliau. Guru Agama bertanya ” Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?”. Pemuda itu mengangguk tanda percaya. Guru Agama bertanya lagi, “Tunjukan pada saya wujud sakit itu!” “ Tak boleh”, jawap pemuda. “Itulah jawapan pertanyaan pertama: kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.” Terang Guru Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Guru Agama bertanya lagi, “Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?”. “Tidak” jawab pemuda. “Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?” “Tidak” jawab pemuda. “Itulah yang dinamakan Takdir” Terang Guru Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Guru Agama bertanya lagi, “Diperbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?”. “kulit”. Jawab pemuda. “Pipi anda diperbuat dari apa?” “ Kulit “ Jawab pemuda. “Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Sakit.” Jawab pemuda. “Walaupun Syaitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk syaitan.” Terang Guru Agama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2174584472033051782-3326198613139498784?l=wahyuzulfiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/feeds/3326198613139498784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2008/12/tiga-pertanyaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/3326198613139498784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/3326198613139498784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2008/12/tiga-pertanyaan.html' title='TIGA PERTANYAAN'/><author><name>wahyuzulfiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03097951911115783854</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_xQy6tSxAtSQ/SeAdN_tdfHI/AAAAAAAAAAc/d4-xxDPyPCQ/S220/CIMG3945.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2174584472033051782.post-185512103527761534</id><published>2008-12-26T17:19:00.000+07:00</published><updated>2008-12-26T17:20:30.984+07:00</updated><title type='text'>MALAIKAT DI RUMAH</title><content type='html'>Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan : "Para malaikat disini mengatakan bahawa besok engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan Tuhan menjawab, "Saya telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Tapi disini, di dalam syurga, apa yang pernah saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Dan bagaimana saya boleh mengerti saat orang-orang bercakap kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Malaikatmu akan bercakap kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar; dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan bagaimana cara kamu bercakap."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Saya mendengar bahawa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal tersebut mungkin dapat mengancam jiwanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Tapi, saya pasti akan merasa sedih kerana tidak melihatMu lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu boleh kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat itu Syurga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya perlahan, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bolehkah Kamu memberitahuku nama malaikat tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah selalu kasih sayang ibu, berdoalah untuknya dan cintailah dia sepanjang masa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2174584472033051782-185512103527761534?l=wahyuzulfiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/feeds/185512103527761534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2008/12/malaikat-di-rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/185512103527761534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/185512103527761534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2008/12/malaikat-di-rumah.html' title='MALAIKAT DI RUMAH'/><author><name>wahyuzulfiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03097951911115783854</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_xQy6tSxAtSQ/SeAdN_tdfHI/AAAAAAAAAAc/d4-xxDPyPCQ/S220/CIMG3945.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2174584472033051782.post-5481289759411800967</id><published>2008-12-20T09:05:00.000+07:00</published><updated>2008-12-20T09:15:38.069+07:00</updated><title type='text'>POLITIK ISLAM</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -20.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pengertian Politik islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Terlebih dahulu, penting untuk didudukkan apa hakikat partai politik (&lt;i&gt;hizbun siyasiy&lt;/i&gt;) dalam sudut pandang Islam. Secara bahasa, kata &lt;i&gt;hizb&lt;/i&gt; dipakai dalam beberapa ayat al-Quran. Di antaranya, &lt;b&gt;Imam Jalalain&lt;/b&gt; dalam memaknai kata ’&lt;i&gt;hizb (hizbullah)&lt;/i&gt;’ dalam surat al-Maidah ayat 56 dan Mujadilah ayat 22 sebagai &lt;i&gt;atba’uhu&lt;/i&gt; (pengikutnya) serta orang-orang yang mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. &lt;b&gt;Imam al-Qurthubiy&lt;/b&gt; dalam tafsirnya memaknai kata &lt;i&gt;hizb&lt;/i&gt; dalam surat al-Maidah ayat 56, Al-Mukminun ayat, 53 dan Mujadilah ayat 19 sebagai penolong, sahabat, kelompok (&lt;i&gt;fariq&lt;/i&gt;), &lt;i&gt;millah&lt;/i&gt;, kumpulan orang (&lt;i&gt;rohth&lt;/i&gt;). Sementara itu, dalam kamus &lt;i&gt;Al-Muhit&lt;/i&gt;, disebutkan: &lt;i&gt;“&lt;/i&gt;Sesungguhnya partai adalah sekelompok orang. Partai adalah seorang dengan pengikut dan pendukungnya yang punya satu pandangan dan satu nilai&lt;i&gt;’’&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;Imam Ar-Razi&lt;/b&gt; dalam tafsirnya &lt;i&gt;Mafatih Al-Ghaib&lt;/i&gt; berkata,&lt;i&gt; “Partai adalah kumpulan orang yang satu tujuan, mereka bersama-sama bersatu dalam kewajiban partai untuk mewujudkan tujuannya&lt;/i&gt;”. &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Adapun terkait makna politik (&lt;i&gt;siyasah&lt;/i&gt;) disebutkan dalam kamus &lt;i&gt;Al-Muhit&lt;/i&gt; bahwa &lt;i&gt;As-Siyasah&lt;/i&gt; (politik) berasal dari kata: &lt;i&gt;Sasa –Yasusu – Siyasatan bi ma’na ra’iyatan&lt;/i&gt; (pengurusan). &lt;b&gt;Al-Jauhari&lt;/b&gt; berkata: &lt;i&gt;sustu ar-raiyata siyasatan&lt;/i&gt; artinya aku memerintah dan melarang kepadanya atas sesuatu dengan sejumlah perintah dan larangan). &lt;i&gt;Wa as-siyasah&lt;/i&gt; maksudnya: &lt;i&gt;al-qiyamu ‘ala syaiin bima yashluhuhu&lt;/i&gt; (siyasah/politik adalah melakukan sesuatu yang memberi mashlahat padanya) (&lt;i&gt;Lisanul Arab&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;Ibn Mandzur&lt;/b&gt;). Dengan demikian, politik/siyasah bermakna mengurusi urusan berdasarkan suatu aturan tertentu yang tentu berupa perintah dan larangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Rasulullah SAW menggunakan kata siyasah (politik) dalam sabdanya yang artinya. “&lt;i&gt;Adalah Bani Israil, urusan mereka diatur (tasusuhum) oleh para Nabi. Setiap seorang Nabi wafat, digantikan oleh Nabi yang lain. Sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku, dan akan ada para khalifah yang banyak.”&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;HR. Bukhari&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Di dalam kitab &lt;i&gt;Fath al-Bariy&lt;/i&gt;, pada syarah hadits ini , dijelaskan makna siyasah (politik):&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;“(Mereka diurus oleh para Nabi), maksudnya, tatkala tampak kerusakan di tengah-tengah mereka, Allah pasti mengutus kepada mereka seorang Nabi yang menegakkan urusan mereka dan menghilangkan hukum-hukum Taurat yang mereka rubah. Di dalamnya juga terdapat isyarat, bahwa harus ada orang yang menjalankan urusan di tengah-tengah rakyat yang membawa rakyat melewati jalan kebaikan, dan membebaskan orang yang terzalimi dari pihak yang zhalim”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Berdasarkan makna &lt;i&gt;hizbun&lt;/i&gt; (partai) dan &lt;i&gt;siyasah&lt;/i&gt; (politik) tadi, maka dapat disebutkan bahwa partai politik (&lt;i&gt;hizbun siyasiy&lt;/i&gt;) merupakan suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, cita-cita dan tujuan yang sama dalam rangka mengurusi urusan rakyat. Dengan kata lain, partai politik adalah kelompok yang berdiri di atas sebuah landasan ideologi yang diyakini oleh anggota-anggotanya, yang ingin mewujudkannya di tengah masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -20.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Karakteristik Partai Politik Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Allah SWT mengisyaratkan hal ini didalam firman-Nya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt; (&lt;b&gt;TQS. Ali ’Imran[3]: 104&lt;/b&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Imam Al-Qurthubi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt; mendefinisikan kata &lt;b&gt;(أمة)&lt;/b&gt; dalam tafsir &lt;i&gt;al-Jami’ li Ahkam Al-Quran&lt;/i&gt;, sebagai sekumpulan orang yang terikat dalam satu akidah. Tetapi, menurutnya, umat dalam surat Ali ‘Imran ayat 104 ini juga bermakna kelompok karena adanya lafadz &lt;i&gt;“minkum”&lt;/i&gt; (di antara kalian). &lt;b&gt;Imam Ath-Thabari&lt;/b&gt;, seorang faqih dalam tafsir dan fiqh, berkata dalam kitabnya &lt;i&gt;Jami’ Al-bayan&lt;/i&gt; tentang arti ayat ini yakni: &lt;i&gt;‘’(Wal takun minkum) Ayuhal mu’minun (ummatun) jama’atun‘’&lt;/i&gt;, artinya: “Hendaknya ada di antaramu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;(wahai orang-orang beriman) umat &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;jama’ah yang mengajak pada hukum-hukum Islam&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;”. &lt;b&gt;Al-Qadhi Al-Baydhawi&lt;/b&gt; dalam kitabnya, &lt;i&gt;Tafsir al-Baidhawi&lt;/i&gt; tentang arti ayat ini menyatakan: Lafadz &lt;i&gt;Min &lt;/i&gt;dalam ayat tersebut mempunyai konotasi &lt;i&gt;li at-tab’idh &lt;/i&gt;(menujukkan makna sebagian). Karena amar makruf dan nahi munkar merupakan &lt;i&gt;fardhu kifayah&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Disamping karena aktivitas tersebut tidak bisa dilakukan oleh setiap orang, ketika orang yang diperintah oleh &lt;i&gt;nash &lt;/i&gt;tersebut harus mempunyai sejumlah syarat, yang tidak bisa dipenuhi oleh semua orang. Seperti pengetahuan tentang hukum, tingkat kecakapan, tatacara menunaikannya dan kemampuan melaksanakannya. Perintah tersebut memang menyerukan kepada seluruhnya (umat Islam), namun yang diminta mengerjakannya hanya sebagian dari mereka. Itu membuktikan, bahwa perintah tersebut wajib untuk seluruhnya, sehingga ketika mereka meninggalkan pokok kewajiban tersebut, semuanya berdosa. Namun, kewajiban tersebut dinyatakan gugur dengan dikerjakan oleh sebagian di antara mereka. (&lt;b&gt;Al-Baidhawi&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;Tafsir al-Baidhawi, &lt;/i&gt;juz I, hal. 374).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Pada titik terakhir ini, &lt;b&gt;Imam as-Syathibi&lt;/b&gt; memberikan penegasan, “Pada dasarnya mereka (kaum Muslim) dituntut untuk menunaikannya secara keseluruhan. Namun, mereka ada yang mampu melaksanakannya secara langsung. Mereka inilah orang-orang berkompeten untuk melaksanakannya. Sedangkan yang lain, meski mereka tidak mampu, tetapi tetap mampu menghadirkan orang-orang yang berkemampuan. Jadi, siapa saja yang mampu menjalankan pemerintahan (&lt;i&gt;wilayah&lt;/i&gt;), dia dituntut untuk melaksanakannya. Bagi yang tidak mampu, dituntut untuk melakukan perkara lain, yaitu menghadirkan orang yang mampu dan memaksanya untuk melaksanakannya. Kesimpulannya, yang mampu dituntut untuk menjalankan kewajiban tersebut, sementara yang tidak mampu dituntut untuk menghadirkan orang yang mampu. Alasannya, karena orang yang mampu tersebut tidak akan ada, kecuali dengan dihadirkan. Ini merupakan bagian dari &lt;i&gt;Ma la yatimmu al-wajib illa bihi&lt;/i&gt;, yaitu kewajiban yang hanya bisa dijalankan dengan sempurna dengan adanya perkara tadi.” (&lt;b&gt;as-Syathibi&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari’ah, &lt;/i&gt;juz I, hal. 128-129)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Ringkasnya, di dalam ayat itu disebutkan ‘Hendaknya ada di antara kamu segolongan umat …’, artinya, hendaknya ada sekelompok/segolongan orang dari kaum Muslim (&lt;i&gt;ummatan minal muslimin&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;jama’atan minal muslimin&lt;/i&gt;). Ayat ini menegaskan perintah kepada kaum Muslim tentang keharusan adanya kelompok/jama’ah. Kelompok untuk apa? Untuk menjalankan dua fungsi: &lt;b&gt;pertama&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;da’wah ilal&lt;/i&gt; &lt;i&gt;khair&lt;/i&gt; (menyeru kepada al-khoir) dan &lt;b&gt;kedua&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;amar ma’ruf nahi munkar&lt;/i&gt; (memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah dari perkara munkar). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Kata &lt;i&gt;al-khair&lt;/i&gt; dalam frase &lt;i&gt;da’wah ilal khair&lt;/i&gt; menurut tafsir Jalalain berarti al-Islam (&lt;i&gt;Tafsir al-Quran al-’Azhim li al-imamain Jalalain&lt;/i&gt;, hal. 58), sehingga makna &lt;i&gt;da’wah ilal khair&lt;/i&gt; adalah mendakwahkan/menyeru manusia kepada Islam. Sementara itu, Imam &lt;b&gt;Ibnu Katsir&lt;/b&gt; menyebutkan bahwa &lt;i&gt;al-khair&lt;/i&gt; adalah mengikuti al-Quran dan as-Sunnah. Maksud ayat tersebut, lanjutnya adalah hendaknya ada dari umat ini suatu kelompok yang solid dalam menjalankan tugas tersebut sekalipun hal itu juga merupakan kewajiban atas setiap individu umat ini (&lt;b&gt;Ibn Katsir&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;Tafsir al-Quran al-’Azhim&lt;/i&gt;, Juz I, hal. 478). Berdasarkan hal ini, jelaslah kelompok yang dikehendaki Allah adalah kelompok yang secara penuh berjuang untuk menyerukan Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Pada sisi lain, kelompok tersebut berbentuk partai politik. Hal ini dipahami dari fungsi kedua dari kelompok itu, yaitu &lt;i&gt;amar ma’ruf nahi munkar&lt;/i&gt;. Cakupan &lt;i&gt;amar ma’ruf nahi munkar&lt;/i&gt; amat luas, termasuk di dalamnya menyeru para penguasa agar mereka berbuat ma’ruf (melaksanakan syariah Islam) dan melarangnya berbuat munkar (menjalankan sesuatu yang bertentangan dengan syariah Islam). Bahkan, mengawasi para penguasa dan menyampaikan nasihat kepadanya merupakan bagian terpenting dari aktivitas &lt;i&gt;amar ma’ruf nahi munkar&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Padahal, aktivitas demikian merupakan aktivitas politik sekaligus termasuk kegiatan politik yang amat penting, yang menjadi ciri utama kegiatan sebuah partai politik. Jadi, ayat tersebut mengisyaratkan tentang kewajiban mendirikan partai-partai politik yang berdasarkan Islam. Dengan kata lain, partai politik yang harus ada adalah partai politik yang tegak di atas ideologi &lt;i&gt;(mabda)&lt;/i&gt; Islam atau partai Islam ideologis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Berdasarkan hal tersebut, partai politik Islam adalah partai yang berideologi Islam, mengambil dan menetapkan ide-ide, hukum-hukum dan pemecahan problematika dari syariah Islam, serta metode operasionalnya mencontoh metode &lt;i&gt;(thariqah)&lt;/i&gt; Rasulullah SAW. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Partai politik Islam adalah partai yang berupaya menyadarkan masyarakat dan berjuang bersamanya untuk melanjutkan kehidupan Islam. Partai politik Islam tidak ditujukan untuk meraih suara dalam Pemilu atau berjuang meraih kepentingan sesaat, melainkan partai yang berjuang untuk merubah sistem Sekular menjadi sistem yang diatur oleh syariah Islam. Orang-orang, ikatan antara mereka hingga terorganisir menjadi satu kesatuan, serta orientasi, nilai, cita-cita, tujuan dan kebijaksanaan yang sama semuanya haruslah didasarkan dan bersumber dari Islam. Karenanya, partai Islam yang ideologis memiliki beberapa karakter, di antaranya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Dasarnya adalah Islam. Hidup matinya      adalah untuk Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Orang-orangnya adalah orang-orang      yang berkepribadian Islam. Mereka berpikir berdasarkan Islam dan berbuat      berdasarkan Islam. Partai politik Islam terus menerus melakukan pembinaan      kepada para anggotanya hingga mereka memiliki kepribadian Islam sekaligus      memiliki pemikiran, perasaan, pendapat dan keyakinan yang sama, sehingga      orientasi, nilai, cita-cita dan tujuannya pun sama. Merekapun menjadi      sumberdaya manusia (SDM) yang siap untuk menerapkan syariah Islam. Pada      saat yang sama, ikatan yang menyatukan mereka bukan kepentingan atau uang      melainkan akidah Islamiyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Memiliki amir/pemimpin partai yang      menyatu dengan pemikiran Islam dan dipatuhi selama sesuai dengan Al-Quran      dan Sunnah. Nabi SAW bersabda, “&lt;i&gt;Jika kalian bertiga dalam satu safar,      tunjuklah amir satu di antaramu” &lt;/i&gt;(HR Muslim).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Memiliki konsepsi (&lt;i&gt;fikrah&lt;/i&gt;)      yang jelas terkait berbagai hal. Partai Islam haruslah memiliki konsepsi (&lt;i&gt;fikrah&lt;/i&gt;)      yang jelas tentang sistem ekonomi, sistem politik, sistem pemerintahan,      sistem sosial, sistem pendidikan, politik luar negeri, dll. Semuanya harus      tersedia dan siap untuk disampaikan. Konsepsi inilah yang disosialisasikan      kepada masyarakat hingga mereka menjadikan penerapan semua sistem Islam      tersebut sebagai kebutuhan bersama. Syariah Islam inilah yang      diperjuangkan untuk ditegakkan. Pada sisi lain, konsepsi tidak akan dapat      dilakukan kecuali adanya metode pelaksanaan (&lt;i&gt;thariqah&lt;/i&gt;). Dan metode      pelaksanaan hukum Islam tersebut adalah melalui pemerintah yang menerapkan      Islam. Upaya mewujudkan pemerintahan yang menerapkan hukum Islam      (khilafah) tersebut merupakan arah yang dituju partai Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Mengikuti metode yang jelas dalam      perjuangannya sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;,      melakukan pembinaan dan pengkaderan. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, bergerak dan bergaul      bersama dengan masyarakat. &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, menegakkan syariah secara total      dengan dukungan dan bersama dengan rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Melakukan aktivitas:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Membangun tubuh partai dengan       melakukan pembinaan secara intensif sehingga menyakini ide-ide yang       diadopsi oleh partai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Membina umat dengan Islam dan       pemikiran, ide serta hukum syara’ yang diadopsi oleh partai, sehingga       tercipta opini tentang syari’at Islam sebagai solusi untuk menyelesaikan       masalah umat dan keharusan menerapkan syariah Islam dalam wadah Khilafah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Melakukan perang pemikiran dengan       semua ide, pemikiran, aturan yang bertentangan dengan Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Melakukan koreksi terhadap penguasa       yang tidak menerapkan Islam atau menzhalimi rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Perjuangan politik melawan negara       kafir penjajah dan para penguasa yang zhalim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;h3 style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -20.25pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Islam dan Politik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin-left: 18pt; text-align: justify; page-break-after: avoid;"&gt;Sistem yang dibangun oleh Rasulullah Saw dan kaum mukminin yang hidup bersama beliau di Madinah --jika dilihat dari segi praksis dan diukur dengan variabel-variabel politik di era modern-- tidak disangsikan lagi dapat dikatakan bahwa sistem itu adalah sistem politik par excellence. Dalam waktu yang sama, juga tidak menghalangi untuk dikatakan bahwa sistem itu adalah sistem religius, jika dilihat dari tujuan-tujuannya, motivasinya, dan fundamental maknawi tempat sistem itu berpijak.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan demikian, suatu sistem dapat menyandang dua karakter itu sekaligus. Karena hakikat Islam yang sempurna merangkum urusan-urusan materi dan ruhani, dan mengurus perbuatan-perbuatan manusia dalam kehidupannya di dunia dan akhirat. Bahkan filsafat umumnya merangkum kedua hal itu, dan tidak mengenal pemisahan antara keduanya, kecuali dari segi perbedaan pandangan. Sedangkan kedua hal itu sendiri, keduanya menyatu dalam kesatuan yang tunggal secara solid; saling beriringan dan tidak mungkin terpisah satu sama lain. Fakta tentang sifat Islam ini amat jelas, sehingga tidak membutuhkan banyak kerja keras untuk mengajukan bukti-bukti. Hal itu telah didukung oleh fakta-fakta sejarah, dan menjadi keyakinan kaum Muslimin sepanjang sejarah yang telah lewat. Namun demikian, ada sebagian umat Islam sendiri, yang mengklaim diri mereka sebagai 'kalangan pembaru', dengan terang-terangan mengingkari fakta ini!. Mereka mengklaim bahwa Islam hanyalah sekadar 'dakwah agama' (3): maksud mereka adalah, Islam hanyalah sekadar keyakinan atau hubungan ruhani antara individu dengan Rabb-nya. Dan dengan demikian tidak memiliki hubungan sama sekali dengan urusan-urusan yang kita namakan sebagai urusan materi dalam kehidupan dunia ini. Di antara urusan-urusan ini adalah: masalah-masalah peperangan dan harta, dan yang paling utama adalah masalah politik. Di antara perkataan mereka adalah: "agama adalah satu hal, dan politik adalah hal lain".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Untuk mengcounter pendapat mereka, tidak ada manfaatnya jika kami mendedahkan pendapat-pendapat ulama Islam; karena mereka tidak mau mendengarkannya. Juga kami tidak memulainya dengan mengajukan fakta-fakta sejarah, karena mereka dengan sengaja telah mencampakkannya!. Oleh karena itu, cukuplah kami kutip beberapa pendapat orientalis dalam masalah ini, dan mereka telah mengutarakan hal itu dengan redaksi yang jelas dan tegas. Hal itu kami lakukan karena para 'pembaru-pembaru' itu tidak dapat mengklaim bahwa mereka lebih modern dari para orientalis itu, juga tidak dapat mengklaim bahwa mereka lebih mampu dalam menggunakan metode-metode riset modern, dan penggunaan metode-metode ilmiah. Di antara pendapat-pendapat para orientalis itu adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Dr. V. Fitzgerald (4) berkata: "Islam bukanlah semata agama (a religion), namun ia juga merupakan sebuah sistem politik (a political system). Meskipun pada dekade-dekade terakhir ada beberapa kalangan dari umat Islam, yang mengklaim diri mereka sebagai kalangan 'modernis', yang berusaha memisahkan kedua sisi itu, namun seluruh gugusan pemikiran Islam dibangun di atas fundamental bahwa kedua sisi itu saling bergandengan dengan selaras, yang tidak dapat dapat dipisahkan satu sama lain". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Prof. C. A. Nallino (5) berkata: "Muhammad telah membangun dalam waktu bersamaan: agama (a religion) dan negara (a state). Dan batas-batas teritorial negara yang ia bangun itu terus terjaga sepanjang hayatnya". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Dr. Schacht berkata (6): " Islam lebih dari sekadar agama: ia juga mencerminkan teori-teori perundang-undangan dan politik. Dalam ungkapan yang lebih sederhana, ia merupakan sistem peradaban yang lengkap, yang mencakup agama dan negara secara bersamaan". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Prof. R. Strothmann berkata (7): "Islam adalah suatu fenomena agama dan politik. Karena pembangunnya adalah seorang Nabi, yang juga seorang politikus yang bijaksana, atau "negarawan". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;5.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Prof D.B. Macdonald berkata (8): "Di sini (di Madinah) dibangun negara Islam yang pertama, dan diletakkan prinsip-prinsip utama undang-undang Islam". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;6.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Sir. T. Arnold berkata (9): " Adalah Nabi, pada waktu yang sama, seorang kepala agama dan kepala negara". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;7.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Prof. Gibb berkata (10): "Dengan demikian, jelaslah bahwa Islam bukanlah sekadar kepercayaan agama individual, namun ia meniscayakan berdirinya suatu bangun masyarakat yang independen. Ia mempunyai metode tersendiri dalam sistem kepemerintahan, perundang-undangan dan institusi". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="margin-left: 38.25pt; text-align: justify; text-indent: -20.25pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;D.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Bukti Sejarah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin-left: 18pt; text-align: justify; page-break-after: avoid;"&gt;Seluruh pendapat-pendapat tadi diperkuat oleh fakta-fakta sejarah : di antara fakta sejarah yang tidak dapat diingkari oleh siapapun adalah, setelah timbulnya dakwah Islam, kemudian terbentuk bangunan masyarakat baru yang mempunyai identitas independen yang membedakannya dari masyarakat lain. Mengakui satu undang-undang, menjalankan kehidupannya sesuai dengan sistem yang satu, menuju kepada tujuan-tujuan yang sama, dan di antara individu-individu masyarakat yang baru itu terdapat ikatan ras, bahasa, dan agama yang kuat, serta adanya perasaan solidaritas secara umum. Bangunan masyarakat yang memiliki semua unsur-unsur tadi itulah yang dinamakan sebagai bangunan masyarakat 'politik'. Atau yang dinamakan sebagai 'negara'. Tentang negara, tidak ada suatu definisi tertentu, selain aanya fakta terkumpulnya karakteristik-karakteristi yang telah disebutkan tadi dalam suatu bangunan masyarakat.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di antara fakta-fakta sejarah yang tidak diperselisihkan juga adalah, bangunan masyarakat politik ini atau 'negara', telah memulai kehidupan aktifnya, dan mulai menjalankan tugas-tugasnya, dan merubah prinsip-prinsip teoritis menuju dataran praksis. Setelah tersempurnakan kebebasan dan kedaulatannya, dan kepadanya dimasukkan unsur-unsur baru dan adanya penduduk. Yaitu setelah pembacaan bai'at Aqabah satu dan dua, yang dilakukan antara Rasulullah Saw dengan utusan dari Madinah, yang dilanjutkan dengan hijrah. Para faktanya, kedua bai'at ini --yang tidak diragukan oleh seorangpun tentang berlangsungnya kedua bai'at ini-- merupakan suatu titik transformasi dalam Islam (11). Dan peristiwa hijrah hanyalah salah satu hasil yang ditelurkan oleh kedua peristiwa bai'at itu. Pandangan yang tepat terhadap kedua bai'at tadi adalah dengan melihatnya sebagai batu pertama dalam bangunan 'negara Islam'. Dari situ akan tampak urgensitas kedua hal itu. Alangkah miripnya kedua peristiwa bai'at itu dengan kontrak-kontrak sosial yang di deskripsikan secara teoritis oleh sebagian filosof politik pada era-era modern. Dan menganggapnya sebagai fondasi bagi berdirinya negara-negara dan pemerintahan. Namun bedanya, 'kontrak sosial' yang dibicarakan Roussou dan sejenisnya hanyalah semata ilusi dan imajinasi, sementara kontrak sosial yang terjadi dalam sejarah Islam ini berlangsung dua kali secara realistis di Aqabah. Dan di atas kontrak sosial itu negara Islam berdiri. Ia merupakan sebuah kontrak historis. Ini merupakan suatu fakta yang diketahui oleh semua orang. Padanya bertemu antara keinginan-keinginan manusiawi yang merdeka dengan pemikiran-pemikiran yang matang, dengan tujuan untuk mewujudkan risalah yang mulia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan demikian, negara Islam terlahirkan dalam keadaan yang amat jelas. Dan pembentukannya terjadi dalam tatapan sejarah yang jernih. Karena Tidak ada satu tindakan yang dikatakan sebagai tindakan politik atau kenegaraan, kecuali dilakukan oleh negara Islam yang baru tumbuh ini. Seperti Penyiapan perangkat untuk mewujudkan keadilan, menyusun kekuatan pertahanan, mengadakan pendidikan, menarik pungutan harta, mengikat perjanjian atau mengirim utusan-utusan ke luar negeri. Ini merupakan fakta sejarah yang ketiga. Adalah mustahil seseorang mengingkarinya. Kecuali jika kepadanya dibolehkan untuk mengingkari suatu fakta sejarah yang terjadi di masa lalu, dan yang telah diterima kebenarannya oleh seluruh manusia. Dari fakta-fakta yang tiga ini --yang telah kami sebutkan-- terbentuk bukti sejarah yang menurut kami dapat kami gunakan sebagai bukti --di samping pendapat kalangan orientalis yang telah disitir sebelumnya-- atas sifat politik sistem Islam. Jika telah dibuktikan, dengan cara-cara yang telah kami gunakan tadi, bahwa sistem Islam adalah sistem politik, dengan demikan maka terwujudlah syarat pertama yang mutlak diperlukan bagi keberadaan pemikiran politik. Karena semua pemikiran tentang hal ini: baik tentang pertumbuhannya, hakikatnya, ujuannya, niscaya ia menyandang sifat ini, yaitu sifatnya sebagai suatu pemikiran politik. Syarat ini merupakan faktor yang terpenting dalam pertumbuhan pemikiran ini. Bahkan ia merupakan landasan berpijak bagi kerangka-kerangka teoritis dan aliran-aliran pemikiran yang beragam. Oleh karena itu, amatlah logis jika kami curahkan seluruh perhatian ini untuk meneliti dan menjelaskannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -20.25pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;E.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;a href="http://ahmadirfan.wordpress.com/2007/03/06/keunggulan-sistem-polotik-islam/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;Keunggulan sistem politik islam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sistem politik Islam merupakan sistem politik yang khas dan diyakini merupakan sistem politik yang unggul. Hal ini terkait dengan Islam itu sendiri. “Islam itu unggul dan tidak ada yang dapat mengunggulinya (Al Islâmu ya’lu wa lâ yu’la ‘alaihi),” kata Nabi.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Berbicara tentang sistem politik berarti berbicara tentang proses, struktur, dan fungsi. Proses adalah pola-pola yang mengatur hubungan antar manusia satu sama lain. Struktur mencakup lembaga-lembaga formal dan informal seperti majelis umat, partai politik, khalifah, dan jaringan komunikasi. Adapun fungsi dalam sistem politik menyangkut pembuatan berbagai keputusan kebijakan yang mengikat alokasi nilai. Keputusan kebijakan ini diarahkan pada tercapainya kepentingan masyarakat. Proses, struktur, dan fungsi dalam sistem politik Islam semuanya berdasarkan pada ajaran Islam yang bersumber dari wahyu. Karena itu, sistem politik Islam, termasuk konsep kenegaraannya, menjadi sistem yang unggul karena bersumber dari Allah Swt., Zat Yang Mahaagung. Di antara keunggulan sistem politik Islam adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.35pt; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Istiqamah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sistem politik Islam memiliki karakter istiqamah; artinya bersifat langgeng, kontinu, dan lestari di jalannya yang lurus. Dalam sistem demokrasi, misalnya, sistem politik bergantung pada kehendak manusia. Perubahan nilai dan inkonsistensi pun terjadi. Hal yang sama bisa berlaku untuk orang lain, tetapi tidak untuk negara tertentu. Misalnya, Iran tidak boleh memiliki nuklir, tetapi AS dan Israel tidak mengapa; setiap negara tidak boleh mencampuri urusan negara lain, kecuali AS dan sekutunya yang dapat menerapkan pre emptive. Sistem seperti ini tidaklah istiqamah. Betapa tidak; semuanya bergantung pada kehendak dan ukur manusia yang senantiasa berubah-ubah, bahkan dapat saling bertolak belakang. Sekarang benar, nanti salah; atau sekarang terpuji lain waktu tercela.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Berbeda dengan itu, sistem politik Islam berdiri tegar tak lekang ditelan zaman. Ini karena sistem politik Islam bukan lahir dari logika dan kepentingan sesaat manusia, namun jalan lurus yang berasal dari Allah Swt. untuk kemaslahatan manusia. (Lihat: QS al-An’am [6]:153).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam konteks kenegaraan, sistem politik Islam dibangun di atas landasan yang istiqamah, yakni: (a) kedaulatan ada di tangan syariah; (b) kekuasaan ada di tangan rakyat; (c) wajib hanya memiliki satu kepemimpinan dunia; dan (d) hanya khalifah yang berhak melegalisasi perundang-undangan dengan bersumber dari Islam berdasarkan ijtihad. Jika terdapat perselisihan di antara negara dengan rakyat atau antar pelaku politik maka harus dikembalikan tolok ukurnya kepada Allah dan Rasul; kepada al-Quran dan as-Sunnah. Inilah tolok ukur sekaligus landasan yang tetap, tidak berubah. Ini pulalah yang menjamin keistiqamahan sistem politik Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.35pt; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mewujudkan ketenteraman secara kontinu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di antara fungsi sistem politik adalah mewujudkan ketenteraman. Setiap warga negara harus terjamin ketenteramannya. Tanpa ketenteraman, kehidupan tak akan nyaman. Ketenteraman merupakan syarat mutlak (conditio sine qua non) bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Islam sangat memperhatikan hal ini. Salah satu ajaran penting Islam adalah mewujudkan keamanan di tengah-tengah masyarakat. Sejarah menunjukkan bagaimana saat Islam diterapkan, warga negaranya, baik Muslim maupun non-Muslim, hidup dalam keamanan. Hal ini terwujud melalui pendekatan multidimensi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pertama: sistem politik Islam mengaitkan aspek keamanan dengan aspek ruhiah. Rasul berkali-kali menegaskan bahwa di antara ciri Muslim yang baik adalah Muslim yang tetangganya selamat dari lisan dan tangannya. Bahkan, siapa saja yang menyakiti kafir zimmi diibaratkannya sebagai menyakiti beliau. Penjagaan keamanan dikaitkan dengan pahala dan siksa. Akibatnya, muncullah dorongan takwa dalam diri individu untuk senantiasa mewujudkan keamanan, baik bagi diri, masyarakat, maupun negara. Kekuatan internal inilah yang mengokohkan terwujudnya keamanan. Landasan ruhiah seperti ini tidak ditemukan pada sistem lain. Sistem selain Islam hanya menyandarkan aspek keamanan pada kepentingan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kedua: mengharuskan masyarakat untuk menjaga keamanan dan bersikap keras kepada perusak keamanan. Setiap kemungkaran yang ada, termasuk gangguan tehadap keamanan, diperintahkan untuk dihilangkan oleh siapapun yang melihatnya; baik dengan kekuatan, lisan, ataupun dengan hati melalui sikap penolakan. Bahkan, membiarkan kerusakan yang ada diumpakan Nabi saw. sebagai menenggelam-kan seluruh masyarakat. Masyarakat diibaratkan Rasul sebagai sekumpulan orang yang sedang menumpangi kapal di lautan. Jika sebagian mereka melakukan kejahatan dengan melobangi kapal tersebut tanpa dicegah, maka semua penumpangnya akan karam. Bahkan, mati mempertahankan keamanan harta, kehormatan, dan nyawa dari para perusak keamanan dipandang sebagai syahid. Hal demikian tidak dimiliki oleh sistem di luar Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketiga: makna kebahagiaan yang khas. Allah Swt. telah menetapkan makna kebahagiaan adalah tercapainya ridha Allah. Berbagai limpahan materi hanyalah kepedihan jika jauh dari ridha Allah. Untuk apa memiliki kekuasaan jika digunakan untuk menjauhkan diri dan masyarakat dari ridha Allah. Walhasil, mafhûm kebahagiaan demikian mendorong setiap orang untuk mengejar ridha Allah dengan menaati-Nya. Salah satunya adalah memberikan keamanan bagi orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Keempat: menutup pintu kriminal. Salah satu pintu datangnya gangguan keamanan adalah tindak kriminal. Dalam konteks ini, Islam mencegahnya dengan jitu. Allah Swt. melarang tindak kriminal dengan motif apapun, termasuk untuk kepentingan politik. Sistem politik Islam tidak mengenal paham machiavelis (menghalalkan segala cara). Siapapun diharamkan mencuri, merampok, membunuh, merampok harta negara, korupsi, mengintimidasi rakyat, dll. Islam juga mengharamkan zina dan perkosaan. Tidak ada cerita dalam Islam yang mentoleransi menggunakan perempuan sebagai umpan dan modal dalam transaksi ekonomi maupun bargaining politik. Hal ini berbeda secara diametral dengan sistem politik sekular.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penutupan pintu kriminal tersebut ditempuh dengan landasan ruhiah, dengan menanamkan mafhûm qanâ’ah dan ridha. Setiap orang menerima dan ridha terhadap rezeki yang diberikan Allah, sedikit ataupun banyak. Selain itu, sistem Islam memiliki seperangkat aturan yang menjamin pemenuhan kebutuhan pokok dan kebutuhan seksual. Nabi saw. mencontohkan bahwa kebutuhan pokok setiap warga dijamin oleh negara. Adapun pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier diserahkan kepada produktivitas dan kemampuan masing-masing. Negara hanya memfasilitasi siapapun hingga memiliki peluang untuk mendapatkan sumberdaya informasi, dana, dan kesempatan. Ketika kondisi keamanan telah diciptakan, jaminan kebutuhan pokok pun dijamin, maka jika masih tetap ada pihak yang melakukan tindak kriminal, hukum Islam pun ditegakkan pada mereka. Hukum Islam menghasilkan efek jera. Siapa yang tidak akan jera dengan adanya aneka ragam jenis hukum seperti denda, penjara, pengasingan, cambuk, potong tangan, bahkan hukuman mati. Jelaslah, mulai dari keyakinan, kondisi sosial, dan hukum diatur oleh Islam untuk mencegah tindak kriminal. Silakan, telaah sistem sekular apakah punya sistem handal seperti Islam? Jawabannya: Tidak!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selain melalui pendekatan keamanan, ketenteramanpun ditempuh melalui jaminan pemenuhan kebutuhan pokok secara kontinu dan sempurna. Sering alasan ketidakstabilan masyarakat adalah masalah ekonomi. Lagi-lagi, Rasulullah saw. mencontohkan jaminan kebutuhan pokok ini dilakukan secara kontinu dan sempurna. Masyarakat tenang dan tenteram karena ada jaminan terpenuhinya kebutuhan pokok individual (sandang, pangan, dan papan), serta kebutuhan pokok kolektif (pendidikan, keamanan, dan kesehatan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketentraman akan terganggu ketika rasa keadilan terusik. Di situlah Islam menempatkan keadilan sebagai salah satu pilar ketakwaan. Bahkan, adil selalu merupakan syarat seseorang diterima kesaksian dan kelayakan penguasa. (Lihat: QS al-Maidah [5]:8).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allah Pencipta alam memuji dan memerintahkan bersikap adil. Siapapun harus adil. Bukan sekadar sikap, Allah menjelaskan realitas bahwa semua orang dibawah payung Islam kedudukannya sama, tidak ada diskriminasi atas dasar suku, etnis, golongan, bahkan agama. Semua warga negara dalam sistem politik Islam berkedudukan sama. Betapa melekat dalam benak setiap Muslim penuturan Nabi saw. bahwa tidak ada kelebihan orang Arab atas non Arab, juga tidak ada kelebihan orang non-Arab atas Arab kecuali karena ketakwaannya. Pada saat Allah memerintahkan adil, dan saat yang sama manusia itu berkedudukan sama di sisi Allah, maka hanya ada satu pilihan: bersikap adil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di samping memerintahkan adil, Allah Swt. melarang kezaliman. Penggusuran tanah milik, perampasan hak, ataupun perlakuan sewenang-wenang merupakan sebagian penampakan kezaliman. Pelaku kezaliman tidak akan ditunjuki oleh Allah Swt. (Lihat: QS al-Jumuah: 5), dan di dunia dikenai sanksi hukum sesuai dengan kezaliman yang dilakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lebih dari itu, hubungan antara rakyat dan penguasa dalal Islam harus didasarkan pada keadilan, bukan kezaliman. Rasulullah Saw. bersabda:&lt;br /&gt;Tidak akan seorang pemimpin kaum Muslim mati dalam keadaan menipu rakyatnya, kecuali diharamkan baginya masuk surga. (HR al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Sesungguhnya pemimpin yang paling jahat adalah pemimpin yang lalim. Karena itu, janganlah kamu termasuk golongan mereka (HR al-Bukhari dan Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terlihat, tegaknya keadilan dalam Islam lahir dari keyakinan akan perintah Allah Swt., pandangan kesejajaran manusia sesuai dengan realita, dan metode implementasinya berupa sanksi hukum bagi pelanggarnya. Tentu, sistem politik yang dibangun di atas landasan seperti ini merupakan sistem politik yang unggul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.35pt; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menciptakan hubungan ideologis penguasa dengan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hubungan penguasa dengan rakyat dalam sistem politik Islam adalah hubungan ideologis. Kedua belah pihak saling berakad dalam baiat untuk menerapkan syariat Islam. Penguasa bertanggung jawab dalam penegakkannya. Sebaliknya, rakyat membantu penguasa sekuat tenaga, taat kepadanya, selama tidak menyimpang dari Islam. Berdasarkan hubungan ideologis inilah penguasa akan melakukan pengurusan (ri’âyah) terhadap umatnya melalui: (a) penerapan sistem Islam secara baik: (b) selalu memperhatikan kemajuan masyarakat di segala bidang; dan (c) melindungi rakyat dari ancaman. Nabi saw. bersabda (yang artinya): Sesungguhnya seorang imam (pemimpin) itu merupakan pelindung. Dia bersama pengikutnya memerangi orang kafir dan orang zalim serta memberi perlindungan kepada orang-orang Islam (HR al-Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada sisi lain, rakyat tidaklah tinggal diam. Di pundak mereka terdapat kewajiban terhadap pemimpin dan negaranya sesuai dengan akad baiat. Karenanya, rakyat berperan untuk: (a) melaksanakan kebijakan penguasa yang sesuai dengan syariat demi kepentingan rakyat; (b) menjaga kelangsungan pemerintahan dan semua urusan secara syar’î (larangan keluar dari penguasa, perintah memerangi bughât, dsb); dan (c) memberikan masukan kepada penguasa; mengontrol dan mengoreksi penguasa. Dengan adanya hak sekaligus kewajiban warga negara unjuk memberikan nasihat, pelurusan (tashîh), dan koreksi terhadap penguasa (muhâsabah al-hukkâm) akan terjamin penerapan sistem Islam secara baik di dalam negeri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Merujuk pada hal tersebut, hubungan rakyat dengan penguasa dalam sistem politik Islam adalah hubungan antara sesama hamba Allah Swt. yang sama-sama menerapkan kewajibannya dalam fungsi yang berbeda. Hubungan antara keduanya merupakan hubungan sinergis, fokus, dan saling mengokohkan untuk penerapan syariah demi kemaslahatan rakyat. Sungguh, pemandangan demikian amat sulit ditemukan dalam sistem politik selain selain Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mendorong kemajuan terus-menerus dalam pemikiran, sains teknologi, dan kesejahteraan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sejarah telah membuktikan hal ini. Kemajuan sains, teknologi, dan pemikiran merupakan keniscayaan dalam Islam karena:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Islam mendorong umat untuk terus berpikir, merenung untuk menguatkan iman dan menambah pengetahuan tentang makhluk. Ada 43 ayat al-Quran yang memerintahkan berpikir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Melebihkan ulama daripada orang jahil (Lihat: QS al-Mujadilah: 11).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allah telah menundukkan alam untuk manusia agar diambil manfaatnya. Realitas ini mengharuskan umat untuk mengkaji alam itu. Artinya, realitas menuntut umat untuk mengembangkan sains dan teknologi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Islam mendorong inovasi dan penemuan. Dalam masalah jihad, misalnya, Rasulullah saw. mengembangkan persenjataan dabâbah saat itu. Kini, berarti umat harus mengungguli sains dan teknologi negara besar. Begitu juga ijtihad; harus terus dikembangkan. Betapa tidak, banyak sekali perkara baru bermunculan, padahal dulu belum dibahas oleh para ulama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bukan hanya itu, kemajuan ekonomi pun akan tercapai karena: a) ada konsep kepemilikan dan pengelolaannya secara jelas; b) kewajiban ri’âyah mengharuskan adanya perhatian secara terus menerus atas urusan dan kemajuan; c) perlindungan terhadap milik pribadi dan pemanfaatannya dalam batas syariat; dan d) adanya pengumpulan harta untuk kaum miskin dan lemah. Konsekuensi dari hal ini bukanlah sebatas dana menetes ke bawah (tricle down effect), melainkan menggelontor ke segala penjuru. Hal ini berbeda dengan sistem Kapitalisme yang membiarkan manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya (homo homini lupus).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ringkasnya, sistem politik Islam unggul dalam segi: (1) landasan ruhiahnya, yakni pada hubungan dengan Allah Swt. yang mengatur kehidupan; (t bagi kemaslahatan rakyat; (4) solusinya, yaitu dengan sistem tasharruf dan sanksinya, (5) sistemnya yang mengatur berbagai proses, struktur, dan fungsi; (6) mekanismenya, yakni inputnya memperhatikan aspirasi rakyat berdasarkan frame syariah, prosesnya berupa hukum-hukum syariah, dan output-nya berbentuk penerapan syariah dan kesatuan umat dalam Khilafah demi kemaslahatan rakyat. Wallâhu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-align: justify; text-indent: 1cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(43, 43, 43);" lang="IN"&gt;Di Indonesia, relasi antara Islam dan politik sudah ada semenjak Islam masuk, akan tetapi perdebatan yang sistematis baru terjadi pasca kemerdekaan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Dimana perdebatan itu begitu vulgar ketika diadakannya rapat BPPUPKI dan memuncak dengan keluarnya piagam &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Namun, pada akhirnya hubungan antara Islam dan politik dalam bentuk formal tidak terealisasi dalam konstitusi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, sehingga jalan alternatifnya adalah terbentuklah Pancasila sebagai ideologi Negara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-align: justify; text-indent: 1cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(43, 43, 43);" lang="IN"&gt;Pancasila yang bernafaskan sekuler ini sudah menjadi postulat politik bagi system politik di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, sehingga terasa tidak ada ruang lagi bagi Islam politik di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Jika ada itu pun hanya sebatas pada tatanan subtansi bukan pada tatanan formalitas. Jadi eksistensi Islam politik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; masih tahap dialektika dalam kekangan ideologi Pancasila.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-align: justify; text-indent: 1cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(43, 43, 43);" lang="IN"&gt;Namun, cita-cita untuk mendirikan Negara Islam akan tetap selalu ada di masyarakat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Tetapi pilihan untuk sekulerisme bukan merupakan pilihan yang buruk untuk &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dalam menanggapi relasi antara Islam dan politik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: white none repeat scroll 0% 50%; text-align: justify; text-indent: 1cm; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(43, 43, 43);" lang="IN"&gt;Disisi lain, peranan partai politik terutama partai-partai Islam akan tetap menghiasi perdebatan politik Islam di Indonesia. Sehingga partai-partai Islam bisa jadi indicator bahwa politik Islam tetap eksis di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2174584472033051782-5481289759411800967?l=wahyuzulfiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/feeds/5481289759411800967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2008/12/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/5481289759411800967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/5481289759411800967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2008/12/blog-post.html' title='POLITIK ISLAM'/><author><name>wahyuzulfiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03097951911115783854</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_xQy6tSxAtSQ/SeAdN_tdfHI/AAAAAAAAAAc/d4-xxDPyPCQ/S220/CIMG3945.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2174584472033051782.post-5804811918724406875</id><published>2008-12-13T20:20:00.000+07:00</published><updated>2008-12-20T09:04:48.204+07:00</updated><title type='text'>PUISI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 204); font-weight: bold;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Untukmu sobatku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 204); font-weight: bold;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(102, 102, 204);font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-p.friendster.com/photos/91/55/83265519/1_369256339l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 100px;" src="http://photos-p.friendster.com/photos/91/55/83265519/1_369256339l.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(102, 102, 204);font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika melati tak menampakkan wanginya lagi.&lt;br /&gt;maka kita adalah wangi yang menyemarakkan pagi.&lt;br /&gt;ketika embun tak membuat tanah menjadi basah.&lt;br /&gt;maka kita adalah basah yang mengobati resah&lt;br /&gt;ktika mentari tak mengantarkan bumi pada terang.&lt;br /&gt;maka kita adalah terang yang mencuci kelam.&lt;br /&gt;ketika hamparan tanyah tak lagi menghijau.&lt;br /&gt;maka kita adalah hijau yang mengobati risau.&lt;br /&gt;ketika permata kehilangan kilaunya.&lt;br /&gt;maka kita adalah kilau yang paling memukau.&lt;br /&gt;ketika kehidupan telah jauh dari kedamaian.&lt;br /&gt;maka kita adalah damai yang membungkus semai.&lt;br /&gt;sahabat...&lt;br /&gt;aku akan selalu ada untukmu&lt;br /&gt;dan aku yakin dirimu kan selalu ada untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2174584472033051782-5804811918724406875?l=wahyuzulfiansyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/feeds/5804811918724406875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2008/12/puisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/5804811918724406875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2174584472033051782/posts/default/5804811918724406875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahyuzulfiansyah.blogspot.com/2008/12/puisi.html' title='PUISI'/><author><name>wahyuzulfiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03097951911115783854</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_xQy6tSxAtSQ/SeAdN_tdfHI/AAAAAAAAAAc/d4-xxDPyPCQ/S220/CIMG3945.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
